TEORI EVOLUSI
DARWIN ..benarkah???
A.
PENDAHULUAN
Charles Robert Darwin dianggap sebagai
tokoh pencetus teori Evolusi makhluk hidup ( organisme ) yang terkenal dengan “
Teori Evolusi Darwin “ . Muncul teori ini diilhami dari beberapa teori
diantaranya teori Fixisme ,dan Abiogenesis yang mengatakan bahwa” organism
muncul secara spontan dari benda mati.” Penganutnya Aristoteles, Plato,
C.Linnaeus dan lain-lain.Kemudian teori Adaftasi dan Transformasi , menyatakan
bahwa makhluk hidup adaptif terhadap
perubahan lingkungan, penganutnya Jean Lamarck.
Evulusi dalam pandangan biologi
berarti perubahan pada sifat-sifat yang diwariskan suatu populasi organism dari
generasi ke generasi berikutnya.Perubahan –perubahan disebabkan oleh tiga
kombinasi utama yaitu variasi,
reproduksi dan seleksi.Dari ketiga kombinasi ini akan diturunkan melalui
gen-gen .Oleh karena itu evolusi didorong oleh dua mekanime utama yaitu seleksi
alam dan hanyutan genetika, maka sifat
yang menguntungan akan berproduksi lebih meningkat dan sifat tidak baik akan
mati/punah.
Untuk meyakinkan teori ini Darwin menyebutkan
bukti-bukti melalui pemikirannya
diantara bukti yang dikemukakan adalah adanya variasi makhluk hidup , ditemukan
fosil-fosil.
Namun
dari bukti-bukti tersebut , perubahan ini
tidak jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin melalui bukunya “ "On the origin of
species by means of natural selection" didalam buku ini dijelaskan
secara detail teori Evolusi melalui seleksi alam.Dan prinsip utama teori ini
adalah bahwa semua makhluk hidup berasal dari satu sel yakni organism bersel
satu ( protozoa ) dan berkembangan menjadi organism yang lebih kompleks
termasuk manusia, sehingga manusia dianggap berasal dari kera sebagaiman
silsilah evolusi organism.
B.
TINJAUAN DARI DALIL
AL QUR’AN
Di dalam Al qur’anul Karim disebutkan
tentang penciptaan manusia di antara dalilnya ;
1.
“ Sesungguhnya permisalan Isa di sisi Allah Subhanahu wata’alah adalah
seperti Adam. Allah mencittakannya dari tanah “ ( Q.S. Ali Imran : 59 )
2.
“ Dan sesungguhnya Kami ( Allah) ciptakan manusia dari tanah yg basah,
kemudian Kam jadikan dia setetes mani, setetes mani menjadi darah, kemudian
Kami jadikan segumpal darah , Kami jadikan)egumpal daging, maka dari segumpal
daging Kami ciptakan tulang..Maka tulang itu Kami balut denga daging, kemudian
Kamia buat menjadi ciptaan yang lain.Maka Maha Suci Allah sebaik-baik pembentuk
“ ( Q.S. Al Mukminun : 12 – 14 )
3.
“ Kami ( Allah )telah ciptakan
manusia dari tanah yang liat “ ( Q.S. AS Shofat : 11 )
4.
“ Dan ssesungguh telah Kami ( Allah ) ciptakan manusia dari tanah liat
kering ( yang berasal ) dari lumpur hitam yang dibentuk “ ( Q.S. Al Hijr : 26 )
5.
“ Allah subhanahu wataalah telah ciptakan manusia dari tanah kering
seperti tembikar “ Q.S. Ar Rahman : 14 )
6.
“ Dan ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, sesunggunya Aku
( Allah ) menciptakan manusia dari tanah liat kering ( yang berasal dari )
lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka
Aku bentuk dia dan Aku tiupkan ruhKu padanya maka tersungkurlah kalian bersujud
padanya.” ( Q.S. Al Hijr : 28-29 )
7.
“ Wahai manusia, bertawaklah kalian kepada Rabb kalian yang telah
menciptakan kalian dari sebuah jiwa dan Dia menciptakan darinya istirinya dan
me salah satnyebarkan dari keduanya banyak keturunan laki-laki dan perempuan “
( Q.S. An Nisa’ : 1 )
8.
“ Dan sesungguhnya Kami muliakan nak-anak Adam , Kami angkut mereka di
daratan dan di lautan, Kami berikan mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami
lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang
telah Kami ciptakan “(Q.S. Al Isra’:70
C.
KAJIAN PARA
ILMUAN SECARA ILMIAH
1.
John Hawks , seorang profensor
dan peneliti Paleontropologi dari
Associate Professor of Antropology di University of Wisconsin, mengungkapkan
bahwa manusia bukanlah berasal dari kera, monyet atau keduanya.” Saya tidak
tahu mengapa begitu banyak orang yang menerima dan mengajarkan teori
evolusi yang rusak ini sistematika
filogenetik ini,” ungkapnya.
Hasil dalam Antropologi adalah bahwa manusia tidak
masuk dalam kelompok simpanse, gorilla
dan orangutan dan juga manusia tidak bisa masuk kelompok “ Homonidae “ yang mencakup
orangutan, simpanse,bonobo dan gorila,karena memiliki taksonomi yang berbeda
Sangat controversial. Maka Hawks menyimpulkan bahwa
manusia mempunyai nenek moyang yang tidak sama dengan simpanse, kera,monyet,
gorilla. Ini membuktikan bahwa manusia
memiliki nenek moyang tersendiri,artinya manusia bukan berasal dari kara
ataupun perubahan dari mereka ( kera ) ,” ungkapnya.
Apa yang dikemukakan John Hawks ini telah
disebutkan didalam Alqur’anul Karim
yaitu didalam surat Attin : 4 ) yang artinya “ Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya .”
2.
Tahun 1860 terjadi perdebatan antara Louis Agassiz ( ilmuawan yang
dianggap banyak berjasa dalam membangun ilmu pengetahuan Amerika ) yang
menentang validitas dari argumentasi Darwin dengan Asa Gray yang mencoba
menemukan rekonsiliasi antara Darwinisme dengan ajaran agama Kristen.
Agassiz meyakini bahwa makhluk hidup( spesies )
diciptakan oleh Tuhan dan tidak berubah menjadi spesies lain.Menurutnya teori
Darwin hanya merupakan suatu conjecture atau dugaan belaka, tanpa dukungan
fakta dan adanya tingkatan kemajuan bentuk hidup dari pengamatan fosil dari
suatu strata ke strata berikutnya menunjukkan adanya perencanaan dalam
penciptaan makhluk hidup dan bukan merupakan perubahan alami akibat adanya tekanan dari lingkungan.
Sementara itu Asa Gray berpandangan bahwa teori seleksi alam yang diajukan
Darwin merupakan instrument Tuhan dalam penciptaan.Pandangan Gray ini sendiri
sebetulnya bertentangan dengan pandangan Darwin yang tidak mempercayai adanya
peran Tuhan dalam pembentukan makhluk hidup.
3.
Pada tahun 1981 The British Museum mengganti penggambaran hubungan
kekerabatan antar makhluk hidup (filogeni nya ) menjadi kladogram yang tidak memberikan indikasi
tentang pola evolusi sama sekali.
Direktur Museum tersebut , Colin Petterson mengatakan “ Baginya cerita tentang asal usul makhluk hidup yang satu dari yang lain (
evolusi ) adalah dongen belaka .
4.
Ahli Paleontologi Amerika, Stephen Jay Gould ( Professor Harvard
University ) dan Niles Eldredge membuat suatu model atau teori punctuated equilibrium . Model ini menolak
gagasan terjadinya evolusi secara kumulatif dan sedikit demi sedikit,
sebaliknya menawarkan konsep yang discontinue dan tiba-tiba.
5.
Seorang ahli Paleontologi Inggris bernama Derek V Ager mengakui fakta ini
meskipun dia evolusionis ( tokoh evolusi ) mengatakan “ jika kita mengamati
catata fosil secara terinci baik pada tingkat ordo maupun spesies maka akan
selalu kita temukan bukanlah evolusi bertahap namun ledakan tiba-tiba satu
kelompok makhluk hidup yang disertai
kepunahan kelompok lain.
6.
Mark Czarnecki seorang ahli Paleontologi berkata,’ Kendala utama dalam
membuktikan teori evolusi selama ini adalah catatan fosil jejak spesies-spesies
yang terawetkan dalam lapisan bumi.” Catatan fosil belum pernah mengungkapkan
jejak-jejak jenis peralihan ( transisi ) hipotesis Darwin.Sebaliknya spesies
muncul dan musnah secara tiba-tiba.
7.
Seorang Professor paleontologi dari university Glasgow bernama T. Niville George menyatakan
“ Tidak ada gunanya lagi menjadikan keterbatasan
catatatn fosil sebagai alasan, entah
bagaimana catatan fosil menjadi berlimpah tidak dapat dikelola dan penemuan
bermunculan lebih cepat dari pengintekrasian. Bagaimana akan selalu ada kekosongan pada catatan fosil”
8.
Seorang ahli paleontology dan tokoh evolusioner Swiss Stefen Bengston mengakui ketiadaan mata rantai transisi. Ia
menyatakan “ Peristiwa yang mengecewakan bagi Darwin ini masih membingungkan
kami.”
D.
PENOLAKAN DAN HARAPAN MASYARAKAT
Patut direnungkan bahwa teori evolusi Darwin ternyata
berimplikasi terhadap idiologi.Ernst Haeckel ( 1863 ), seorang ahli Zoologi
Jerman yang sangat termotivasi oleh teori evolusi Darwin, meyakini bahwa Darwinisme dapat digunakan menjadi alat
idiologi yang akan membentuk masa depan kemanusian dengan suatu reformasi
social. Pandangan Haeckel ini memberi kontribusi atas ulah Hitler yang
menyalagunakan konsep “ survival of the fittest “nya Darwin untuk tujuan pemurnian ras Aria dan pemusnahan ras manusia
lain yang dianggapnya berkualitas rendah.
Karl Marx
menilai “ "On the origin of
species by means of natural selection"
sebagai buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan
komunisme.dan dijadikan senjata untuk melawan agama, khsusnya Kristen.
Di masyarakat Amerika sendiri sejak awal abad ke 20
terjadi perlawanan sengit terhadap pengajaran
teori evolusi di sekolah-sekolah. Tahun 1924 Komisi pendidikan Carolina
utara mengumumkan bahwa mereka tidak akan menggunakan buku-buku pelajaran
biologi yang bertentangan dengan Genesis.. Di Tennessee tahun 1925 legislatif,
atas upaya para orang tua murid , melarang diajarkannya teori yang menolak
penciptaan oleh Tuhan sebagaimana yang terdapat dalam Bible.
Tahun 1981 Gubernur Arkansas menandatangani Act 590
yang membolehkan pengajaran, “
creation science “ yaitu agama Kristen.
Kita menaruh harapan kepada pengambil kebijakan dalam
bidang pendidikan dan pengajaran di
negeri tercinta Indonesia , agar
meninjau kembali pengajaran teori evolusi di sekolah-sekolah ,dari tingkat SD
sampai perguruan tinggi.
E.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan;
1.
Dalil-dalil Alqur’an menunjukkan bahwa teori evolusi Darwin tidak benar, karena manusia
diciptakan oleh Allah Azza wajallah, bukan berasal kera yang berevolusi.
2.
Bahwa para ahli di bidangnya
seperti biologi, paleontologi dan ilmu lainnya telah meneliti dan
membuktikan kesalahan yang dikemukan
Darwin dan para evolusioner.
3.
Charles Robert Darwin dan pendukungnya tidak mampu membuktikan dan
menemukan fosil yang terdapat pada antara “ Transisi “ inilah keraguan Darwin
dan menjadi keruntuhan teori evolusi.
4.
Saya menaruh harapan semoga tulisan ini pembuka hati pembaca dan
pengambil keputusan di negeri tercinta
Indonesia.
Muroja’ah :
-
Fatwa Al Lajnah ad Daimah ( Arab Saudi )
-
Alqur’anul Karim
-
Posted Komunitas Mahasiswa Tindalun
-
CD Harun Yahya
-
Kontroversi Teori Evolusi oleh Taufikurrahman
-
Biologi SMA oleh D.A Pratiwi dkk.
Makassar, 2 Rabiul Akhir 1436 H penulis Mansur
23 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar