Senin, 22 Januari 2018

Hasil penelitian



ABSTRAK
            Perkecambahan adalah proses ketika bagian dari embrio, biasanya radikula, memasuki kilit biji dan mungkin berproses dengan air dan O2 dan pada temperatur yang stabil. Dormasi didefinisikan sebagai keadaan dari biji dimana tidak memperbolehkan terjadinya perkecambahan, walaupun kondisi untuk berkecambah sudah dipenuhi (Temperatur air dan O2). Dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan masyarakat masih belum mengetahui manfaat dari cucian beras sehingga mereka langsung membuangnya saja padahal didalam air cucian beras itu terdapat banyak nutrisi yang baik untuk pertumbuhan bagi tanaman. Dalam penelitian ini digunakan air cucian beras dengan kadar 100 %, 75%, 50%, dan 25% serta control. Dengan tujuan apakah air cucian beras ini mempengaruhi perkecambahan terutama dalam pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau.

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari banyak ibu-ibu rumah tangga yang menanak nasi. Sebelum nasi dimasak kebanyakan ibu rumah tangga membersihkan beras dengan cara memcucinya terlebih dahulu terkadang hasil dari air cucian beras itu mereka siram ke tanaman anggrek katanya membuat tanaman menjadi subur. Dalam hal ini kebanyakan orang malah tidak mempedulikan hal itu sehingga ketika mencuci air beras cucianya mereka buang ke saluran air hal itu disebabkan karena air tersebut tidak memberikan manfaat bagi lingkungan.
Masyarakat kurang mengetahui apa yang terkandung didalam air cucian beras sehingga mereka meremehkan manfaat dari air cucian beras, selain itu juga untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman dibutuhkan nutrisi sebagai penunjangnya karena dengan adanya nutrisi tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan tanaman yang nutrisinya tidak terpenuhi. Oleh karena itu kami ingin mengetahui kandungan nutrisi yang terdapat di air cucian beras dan apakah mempengaruhi dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman serta bagaimana manfaat terhadap lingkungan.

B.   Rumusan Masalah
a.       Bagaimana pengaruh pemberian air cucian beras terhadap perkecambahan kacang hijau ?
b.      Kandungan apa yang terdapat didalam air cucian beras ?

C.    Tujuan
a.       Untuk mengetahui pengaruh pemberian air cucian beras terhadap perkecambahan kacang hijau
b.      Untuk mengetahui kandungan apa yang terdapat didalam air cucian beras



D.    Kegunaan Penelitian

a.      Dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan kacang hijau.
b.      Dapat menambah informasi tentang kandungan apa yang terdapat didalam air cucian beras.














 

   
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    PERKECAMBAHAN BIJI DAN DORMANSI

Biji merupakan komponen vital dari diet dunia. Biji gandum sendiri yang mana terdiri dari 90% semua biji yang dibudidayakan. Perkecambahan termasuk proses dimana dimulainya dengan proses imbibisi air oleh dorman, biasanya kering, biji dan berakhir dengan proses elongasi dari Axis embrionik (H. Lambers et al., 2008).

Kacang Hijau
Klasifikasi

Kingdom     : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super divisi  : Spermatophyta
Divisi           : Mangnoliophyta
Kelas            : Mangnoliopsida
Sub Kelas     : Rosidae
Ordo             : Fabales
Genus           : Phaseoulus
Spesies         : Phaseolus radiatus 

B.     PROSES PERKECAMBAHAN BIJI

Perkecambahan dalam proses ketika bagian dari embrio, biasanya radikula, memasuki kulit biji dan mungkin berproses dengan air dan O2 dan pada temperatur yang stabil. Dormansi didefinisikan sebagai keadaan dari biji dimana tidak memperolehkan terjadinya perkecambahan, walaupun kondisi untuk berkembah sudah terpenuhi (temperatur, air, O2). Dormansi secara efektif menunda proses perkecambahan. Keadaan diperlukan untuk memecah dormansi dan mengijinkan permintaan akan perkecambahan sering akan berbeda dari yang keadaan yang menguntungkan untuk tumbuh atau bertahan hidup dari tingkat kehidupan autotropik dari tanaman.
§  Penyerapan Air
Masuk air secara imbibisi dan osmosis kulit biji. Pegembangan embrio dan endoperm kulit biji pecah, radikal keluar.
§  Pencernaan
Merupakan proses terjadinya pemecahan zat atau senyawa bermolekul besar dan kompleks menjadi senyawa bermolekul lebih kecil, sederhana, larut dalam air dan dapat diangkut melalui membran dan dinding sel.
Makanan cadangan utama pada biji yaitu pati, hemiselulosa, lemak, protein : tidak larut dalam air atau berupa senyawa koloid terdapat dalam jumlah besar pada endosperm dan kotiledon.
Merupakan senyawa kompleks bermolekul besar tidak dapat diangkut (immobile) kedaerah yang memerlukan embrionikaksis. Proses pencernaan dibantu oleh enzim senyawa organik yang diproduksi oleh sel hidup berupa protein merupakan katalisator organik. Fungsi pokok :
·        Enzim Amilase merubah pati dan hemiselulosa menjadi gula.
·        Enzim Protease merubah protein menjadi asam amino.
·        Enzim Lipase merubah lemah menjadi asam lemak dan gliserin.
Aktivasi enzim dilakukan oleh air setelah terjadinya imbibisi enzim yang telak diaktivasi masuk kedalam endosperm atau kotiledon untuk mencerna cadangan makanan.

§  Pengankutan zat makanan
Hasil pencernaan diangkut dari jaringan penyimpanan makanan menuju titik tumbuh pada embrionik axis, radical dan plumulae. Biji belum punya jaringan pengangkut, sehingga pengangkutan dilakukan secara difusi atau osmosis dari satu sel hidup ke sel hidup lainnya.
§  Asimilasi
Merupakan tahapan terakhir dalam penggunaan cadangan makanan. Merupakan proses pembangunan kembali, misalnya protein yang sudah dirombak menjadi asam amino disusun kembali menjadi protein baru. Tenaga atau energi  berasal dari proses pernapasan.
§  Pernapasan (Respirasi)
Merupakan proses perombakan makanan (karbohidrat) menjadi senyawa lebih sederhana dengan membebaskan sejumlah tenaga. Pertama kali terjadi pada embrionik axis setelah cadangan habis baru beralu]ih ke endosperm atau kotiledon. Aktivasi respirasi tetinggi adalah pada saat radicle menembus kulit.
§  Pertumbuhan
Ada dua bentuk pertumbuhan embrionik axis : pembesaran se-sel yang sudah ada, pembentukan sel-sel yang baru pada titik tumbuh berdasarkan faktor penyebab, mekanisme dan bentuknya.
§  Air Cucian Besar
Komposisi kimia beras berbeda-beda tergantung pada kualitas dan cara pengolahannya. Selain sumber energi dan protein, beras juga mengandung berbagai unsure mineral dan vitamin. Sebagian besar karbohidrat beras adalah pati (45-90%) dan sebagian kecil adalah pentosan selulosa, hemiselulosa dan gula. Dengan demikian pisikokimia beras terutam ditentukan oleh sifat fisikokimi patinya.
Protein adalah komponen kedua terbesar dari beras setelah pati. Sebagian beras (80%) protein beras merupakan fraksi yang tidak larut dalam air yang disebut protein glutein. Dibandingkan dengan biji-bijian lainnya, kualitas protein beras lebih  baik karena mengandung lisin-nya lebih tinggi. Lisin tetap merupakan asam amino pembatas yang utama dalam beras meskipun jumlahnya sedikit. Adapun penjelas logis dan ilmiah mengenai hal ini adalah karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat bias jadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberelin. Dua jenis bahan yang banyak di gunakan dalam zat perangsang tumbuh ( ZPT) buatan. Auksin bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan kemunculan tunas baru sedangkan giberelin berguna untuk merangsang pertumbuhan akar .
Aplikasi air cucian beras cukup dengan menyiramnya ke media tanam misalnya tanah. Pupuk alternatif juga cukup banyak untuk menyuburkan tanaman antara lain air rendaman teh dan air bekas cucian ikan segar. Juga limbah sisa ikan segar yang tidak di beri pengawet maupun tambahan bumbu. Misalnya bagian tulang maupun kepalanya.air bekas aquarium atau kolam yang di dapat saat menguras, juga bias jadi alternatif lain sebagai pupuk alami. Selain itu juga dapat menggunakn pupuk kandang.


 
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A.    Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan tanaman kacang hijau. Pengambilan data berdasarkan tinggi dari tanaman kacang hijau.
                                    
B.     Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan mulai 28 Agustus sampai 17 September di rumah yang  bertempat di jalan poros Amarang-Carangki Desa Damai Kacamatan Tanralili Kabupaten Maros.

C.    Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :

(H0) : Tidak ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertunbuhan tanaman kacang hijau
(H1) : Ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau
                        
D.    Populasi dan Sampel

Pada penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh tanaman hijau sedangkan sampel yang digunakan adalah kacang hijau.
E.     Variabel  Penilitian

Macam variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.      Variabel bebas : pemberian air cucian beras
2.      Variable control : air biasa
3.      Variable terikat :  pertumbuhan dan perkecambahan kacang hijau

F.     Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah
§    Polybag
§    Penggaris
§    Gelas ukur
§    Pipet

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
§    Biji kacang hijau
§    Tanah
§    Air cucian beras
§    Air biasa

G.    Prosedur Kerja

1)     Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
2)     Menyiapkan biji kacang hijau.
3)     Menyiapkan 5 polybag yang telah berisi tanah dengan perlakuan sebagai berikut :
A.    Air biasa.
B.     Air cucian beras 25 ml.
C.    Air cucian beras 50 ml.
D.    Air cucian beras 75 ml.
E.     Air cucian beras 100 ml.
4)     Menanam bibit tanaman kedalam polybag selama 3 hari.
5)     Menyiram tanaman pada masing-masing polybag dengan air cucian beras 2 kali dalam sehari yaitu pagi sebelum terbit matahari dan sore hari.
6)     Mengamati pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau.
7)     Mengambit data pengamatan dilakukan 1 kali seminggu selama 1 bulan.

H.    Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menghitung tinggi tanaman kacang hijau . Data hasil pengamatan kemudian dicatat dalam tabel.

















BAB IV
PEMBAHASAN
A.    Hasil pengamatan

1.      Tabel Pengamatan

Tanaman
Kacang Hijau
Perkembangan

Minggu 1 (cm)
Minggu 2 (cm)
Minggu 3 (cm)
Rata-rata
A
12,3
21,3
22,6
18,7
B
10,2
19,5
20.6
16,7
C
12,6
24,1
24,6
20,4
D
12,5
20,7
23,5
18,9
E
12,8
18,3
21
17,3







2.      Analisis data
Dari hasil pengamatan air cucian beras berbengaruh terhadap tinggi tanaman kacang hijau dinama air cucian beras 100% pada polybag E memberikan rata-rata yaitu 17,3 cm, air cucian beras dengan kadar 75% pada polybag D memberikan rata-rata yaitu 18,9 cm, dan air cucian beras dengan kadar 50% pada polybag C  memberikan rata-rata terbesar yaitu 20,4 cm, serta air cucian beras dengan kadar 25% pada polybag B memberikan rata-rata yaitu 16,7 cm, sedangkan sebagai kontrol (air biasa) pada polybag A memberikan rata-rata yaitu 18,7 cm.
Hal ini terbukti dengan pertambahan tinggi pada tanaman kacang hijau yang siram dengan kadar air cucian beras 75% pada polybag D dan kadar 50% pada polybag C menghasilkan rata-rata tinggi yang terbesar ini menandakan bahwa kadar 75% dan 50% merupakan kadar yang optimum untuk perkecambahan tanaman kacang hijau. Dari perhitungan pada tabel diatas maka hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 diterima.
Pertambahan tinggi tanaman pada kacang hijau ini karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat ynag tinggi. Karbohidrat bias jadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberalin. Dua jenis bahan yang banyak digunakan dalam zat peransang tumbuh (ZPT) buatan. Hormon auksin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan kemunculan tunas baru seperti pertambahan jumlah daun sedangkan giberalin berguna untuk meransang pertumbuhan akar .
Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui adanya kompetisi antar kacang hijau satu dengan yang lain. Hal ini biasa dilihat pada pengamatan di tiap-tiap polybag yang satu polybag terdapat lima tanaman kacang hijau. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan pertambahan tinggi tanaman antar kacang hijau satu dengan yang lain kompetisi dapat terjadi pada tanaman kacang hijau yang memiliki kebutuhan nutrisi yang sama. Kompetisi terjadi pada bermacam-macam sumber daya, bagi tumbuh-tumbuhan, sinar, makanan, dan air merupakan sumber daya yang paling penting, tetapi tumbuh-tumbuhan mungkin berkompetisi dalam pollinator (Hadisubroto, 1989: 94).
Komposisi kimia beras berbeda-beda tergantung pada varietas dan cara pengolahannya. Selain sebagai sumber energy dan protein, beras juga mengandung berbagai unsure mineral dan vitamin. Sebagai bagian besar karbihidrat beras adalah pati (85-90%) dan sebagian keci adalah pentosan, selulosa, hemiselulosa dan gula. Dengan demikin sifat fisikokimia beras terutam ditentukan oleh sifat fisikokimia patinya.
Protein adalah komponen kedua terbesar dari beras setelah pati. Sebagian besar (80%) protein beras merupakan fraksi yang tidak larut dalam air yang disebut protein glutein. Dibandingkan dengan biji-bijian lainnya, kualitas protein berasa lebih baik karena mengandung lisin-nya lebih tinggi. Lisin tetap merupakan asama amino pembatas yang utama dalam beras meskipun jumlahnya sedikit. Adapaun penjelas logis dan ilmiah mengenai hal ini adalah karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi.
Aplikasi air cucian beras cukup dengan menyiramnya denga media tanam misalnya tanah, pupuk alternatif juga cukup banyak digunakan untuk menyuburkan tanaman antara lain air beras cucian beras, dan cucian ikan segar.

Ø  Proses Awal Penanaman Tanaman Kacang Hijau

v Dokumentasi Pekan 1

v Dokumentasi Pekan 2

v Dokumentasi Pekan 3


BAB V
Kesimpulan dan Saran
                                                                

A.  Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh air cucian beras terhadap pertambahan tinggi tanaman kacang hijau hasil pengamatan air cucian beras berbengaruh terhadap tinggi tanaman kacang hijau dinama air cucian beras 100% pada polybag E memberikan rata-rata yaitu 17,3 cm, air cucian beras dengan kadar 75% pada polybag D memberikan rata-rata yaitu 18,9 cm, dan air cucian beras dengan kadar 50% pada polybag C  memberikan rata-rata terbesar yaitu 20,4 cm, serta air cucian beras dengan kadar 25% pada polybag B memberikan rata-rata yaitu 16,7 cm, sedangkan sebagai kontrol (air biasa) pada polybag A memberikan rata-rata yaitu 18,7 cm.
Pertambahan tinggi tanaman pada kacang hijau ini karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi. Pertambahan tinggi tanaman pada kacang hijau ini karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat ynag tinggi. Karbohidrat dapat jadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberalin. Dua jenis bahan yang banyak digunakan dalam zat peransang tumbuh (ZPT) buatan. Hormon auksin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan kemunculan tunas baru seperti pertambahan jumlah daun sedangkan giberalin berguna untuk meransang pertumbuhan akar .

B.  Saran
Masyarakat harus bisa memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air cucian beras sebagai pupuk yang efektif dan efisien serta ekonomis dibandingkan dengan pupuk yang lain.



BAB  V.

DAFTAR PUSTAKA


1.      Anonim2,2008.Beras.(Online),http://id.wikipedia.org/wiki_beras.
2.      (http://pinginpintar.com/)
3.      Wilkins, M. B. 1992. Fisiologi Tanaman. Bumi Angkasa, Jakarta





                         




Tidak ada komentar:

Posting Komentar