ABSTRAK
Perkecambahan
adalah proses ketika bagian dari embrio, biasanya radikula, memasuki kilit biji
dan mungkin berproses dengan air dan O2 dan pada temperatur yang
stabil. Dormasi didefinisikan sebagai keadaan dari biji dimana tidak
memperbolehkan terjadinya perkecambahan, walaupun kondisi untuk berkecambah
sudah dipenuhi (Temperatur air dan O2). Dalam kehidupan sehari-hari
kebanyakan masyarakat masih belum mengetahui manfaat dari cucian beras sehingga
mereka langsung membuangnya saja padahal didalam air cucian beras itu terdapat
banyak nutrisi yang baik untuk pertumbuhan bagi tanaman. Dalam penelitian ini
digunakan air cucian beras dengan kadar 100 %, 75%, 50%, dan 25% serta control.
Dengan tujuan apakah air cucian beras ini mempengaruhi perkecambahan terutama
dalam pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari banyak
ibu-ibu rumah tangga yang menanak nasi. Sebelum nasi dimasak kebanyakan ibu
rumah tangga membersihkan beras dengan cara memcucinya terlebih dahulu
terkadang hasil dari air cucian beras itu mereka siram ke tanaman anggrek
katanya membuat tanaman menjadi subur. Dalam hal ini kebanyakan orang malah
tidak mempedulikan hal itu sehingga ketika mencuci air beras cucianya mereka
buang ke saluran air hal itu disebabkan karena air tersebut tidak memberikan
manfaat bagi lingkungan.
Masyarakat
kurang mengetahui apa yang terkandung didalam air cucian beras sehingga mereka
meremehkan manfaat dari air cucian beras, selain itu juga untuk tumbuh dan
berkembangnya tanaman dibutuhkan nutrisi sebagai penunjangnya karena dengan
adanya nutrisi tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat dibandingkan
dengan tanaman yang nutrisinya tidak terpenuhi. Oleh karena itu kami ingin
mengetahui kandungan nutrisi yang terdapat di air cucian beras dan apakah
mempengaruhi dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman serta bagaimana
manfaat terhadap lingkungan.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana
pengaruh pemberian air cucian beras terhadap perkecambahan kacang hijau ?
b. Kandungan
apa yang terdapat didalam air cucian beras ?
C.
Tujuan
a. Untuk
mengetahui pengaruh pemberian air cucian beras terhadap perkecambahan kacang
hijau
b. Untuk
mengetahui kandungan apa yang terdapat didalam air cucian beras
D.
Kegunaan
Penelitian
a.
Dapat memberikan
informasi yang berkaitan dengan pengaruh pemberian air cucian beras terhadap
pertumbuhan kacang hijau.
b.
Dapat menambah
informasi tentang kandungan apa yang terdapat didalam air cucian beras.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
PERKECAMBAHAN
BIJI DAN DORMANSI
Biji
merupakan komponen vital dari diet dunia. Biji gandum sendiri yang mana terdiri
dari 90% semua biji yang dibudidayakan. Perkecambahan termasuk proses dimana
dimulainya dengan proses imbibisi air oleh dorman, biasanya kering, biji dan
berakhir dengan proses elongasi dari Axis embrionik (H. Lambers et al., 2008).
Kacang
Hijau
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Mangnoliophyta
Kelas : Mangnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Genus : Phaseoulus
Spesies : Phaseolus radiatus
B. PROSES
PERKECAMBAHAN BIJI
Perkecambahan
dalam proses ketika bagian dari embrio, biasanya radikula, memasuki kulit biji
dan mungkin berproses dengan air dan O2 dan pada temperatur yang
stabil. Dormansi didefinisikan sebagai keadaan dari biji dimana tidak
memperolehkan terjadinya perkecambahan, walaupun kondisi untuk berkembah sudah
terpenuhi (temperatur, air, O2). Dormansi secara efektif menunda
proses perkecambahan. Keadaan diperlukan untuk memecah dormansi dan mengijinkan
permintaan akan perkecambahan sering akan berbeda dari yang keadaan yang
menguntungkan untuk tumbuh atau bertahan hidup dari tingkat kehidupan
autotropik dari tanaman.
§ Penyerapan Air
Masuk
air secara imbibisi dan osmosis kulit biji. Pegembangan embrio dan endoperm
kulit biji pecah, radikal keluar.
§ Pencernaan
Merupakan
proses terjadinya pemecahan zat atau senyawa bermolekul besar dan kompleks
menjadi senyawa bermolekul lebih kecil, sederhana, larut dalam air dan dapat
diangkut melalui membran dan dinding sel.
Makanan
cadangan utama pada biji yaitu pati, hemiselulosa, lemak, protein : tidak larut
dalam air atau berupa senyawa koloid terdapat dalam jumlah besar pada endosperm
dan kotiledon.
Merupakan
senyawa kompleks bermolekul besar tidak dapat diangkut (immobile) kedaerah yang
memerlukan embrionikaksis. Proses pencernaan dibantu oleh enzim senyawa organik
yang diproduksi oleh sel hidup berupa protein merupakan katalisator organik.
Fungsi pokok :
·
Enzim Amilase
merubah pati dan hemiselulosa menjadi gula.
·
Enzim Protease
merubah protein menjadi asam amino.
·
Enzim Lipase
merubah lemah menjadi asam lemak dan gliserin.
Aktivasi
enzim dilakukan oleh air setelah terjadinya imbibisi enzim yang telak
diaktivasi masuk kedalam endosperm atau kotiledon untuk mencerna cadangan makanan.
§ Pengankutan zat
makanan
Hasil
pencernaan diangkut dari jaringan penyimpanan makanan menuju titik tumbuh pada
embrionik axis, radical dan plumulae. Biji belum punya jaringan pengangkut,
sehingga pengangkutan dilakukan secara difusi atau osmosis dari satu sel hidup
ke sel hidup lainnya.
§ Asimilasi
Merupakan
tahapan terakhir dalam penggunaan cadangan makanan. Merupakan proses
pembangunan kembali, misalnya protein yang sudah dirombak menjadi asam amino
disusun kembali menjadi protein baru. Tenaga atau energi berasal dari proses pernapasan.
§ Pernapasan
(Respirasi)
Merupakan
proses perombakan makanan (karbohidrat) menjadi senyawa lebih sederhana dengan
membebaskan sejumlah tenaga. Pertama kali terjadi pada embrionik axis setelah
cadangan habis baru beralu]ih ke endosperm atau kotiledon. Aktivasi respirasi
tetinggi adalah pada saat radicle menembus kulit.
§ Pertumbuhan
Ada
dua bentuk pertumbuhan embrionik axis : pembesaran se-sel yang sudah ada,
pembentukan sel-sel yang baru pada titik tumbuh berdasarkan faktor penyebab,
mekanisme dan bentuknya.
§ Air Cucian Besar
Komposisi kimia beras
berbeda-beda tergantung pada kualitas dan cara pengolahannya. Selain sumber
energi dan protein, beras juga mengandung berbagai unsure mineral dan vitamin.
Sebagian besar karbohidrat beras adalah pati (45-90%) dan sebagian kecil adalah
pentosan selulosa, hemiselulosa dan gula. Dengan demikian pisikokimia beras
terutam ditentukan oleh sifat fisikokimi patinya.
Protein adalah komponen
kedua terbesar dari beras setelah pati. Sebagian beras (80%) protein beras
merupakan fraksi yang tidak larut dalam air yang disebut protein glutein.
Dibandingkan dengan biji-bijian lainnya, kualitas protein beras lebih baik karena mengandung lisin-nya lebih
tinggi. Lisin tetap merupakan asam amino pembatas yang utama dalam beras
meskipun jumlahnya sedikit. Adapun
penjelas logis dan ilmiah mengenai hal ini adalah karena air cucian beras
mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat bias jadi perantara
terbentuknya hormon auksin dan giberelin.
Dua jenis bahan yang banyak di gunakan dalam zat perangsang tumbuh ( ZPT)
buatan. Auksin bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan kemunculan
tunas baru sedangkan giberelin berguna untuk merangsang pertumbuhan akar .
Aplikasi air cucian
beras cukup dengan menyiramnya ke media tanam misalnya tanah. Pupuk alternatif
juga cukup banyak untuk menyuburkan tanaman antara lain air rendaman teh dan
air bekas cucian ikan segar. Juga limbah sisa ikan segar yang tidak di beri
pengawet maupun tambahan bumbu. Misalnya bagian tulang maupun kepalanya.air
bekas aquarium atau kolam yang di dapat saat menguras, juga bias jadi
alternatif lain sebagai pupuk alami. Selain itu juga dapat menggunakn pupuk
kandang.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.
Rancangan
Penelitian
Penelitian
ini merupakan penelitian dengan menggunakan tanaman kacang hijau. Pengambilan
data berdasarkan tinggi dari tanaman kacang hijau.
B.
Waktu
dan Tempat Penelitian
Penelitian
ini dilakukan mulai 28 Agustus sampai 17 September di rumah yang bertempat di jalan poros Amarang-Carangki Desa
Damai Kacamatan Tanralili Kabupaten Maros.
C.
Hipotesis
Hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
(H0)
: Tidak ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertunbuhan tanaman kacang
hijau
(H1)
: Ada pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman kacang
hijau
D.
Populasi
dan Sampel
Pada
penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh tanaman hijau sedangkan
sampel yang digunakan adalah kacang hijau.
E.
Variabel Penilitian
Macam
variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel
bebas : pemberian air cucian beras
2. Variable
control : air biasa
3. Variable
terikat : pertumbuhan dan perkecambahan
kacang hijau
F.
Alat
dan Bahan
Alat yang digunakan
dalam penelitian kali ini adalah
§ Polybag
§ Penggaris
§ Gelas
ukur
§ Pipet
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
§ Biji
kacang hijau
§ Tanah
§ Air
cucian beras
§ Air
biasa
G.
Prosedur
Kerja
1) Menyiapkan
semua alat dan bahan yang diperlukan.
2) Menyiapkan
biji kacang hijau.
3) Menyiapkan
5 polybag yang telah berisi tanah dengan perlakuan sebagai berikut :
A.
Air biasa.
B.
Air cucian beras
25 ml.
C.
Air cucian beras
50 ml.
D.
Air cucian beras
75 ml.
E.
Air cucian beras
100 ml.
4) Menanam
bibit tanaman kedalam polybag selama 3 hari.
5) Menyiram
tanaman pada masing-masing polybag dengan air cucian beras 2 kali dalam sehari
yaitu pagi sebelum terbit matahari dan sore hari.
6) Mengamati
pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau.
7) Mengambit
data pengamatan dilakukan 1 kali seminggu selama 1 bulan.
H.
Teknik
Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada penelitian ini
dilakukan dengan menghitung tinggi tanaman kacang hijau . Data hasil pengamatan
kemudian dicatat dalam tabel.
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Hasil pengamatan
1.
Tabel
Pengamatan
|
Tanaman
Kacang Hijau
|
Perkembangan
|
||||
|
Minggu 1
(cm)
|
Minggu 2
(cm)
|
Minggu 3
(cm)
|
Rata-rata
|
||
|
A
|
12,3
|
21,3
|
22,6
|
18,7
|
|
|
B
|
10,2
|
19,5
|
20.6
|
16,7
|
|
|
C
|
12,6
|
24,1
|
24,6
|
20,4
|
|
|
D
|
12,5
|
20,7
|
23,5
|
18,9
|
|
|
E
|
12,8
|
18,3
|
21
|
17,3
|
|
2.
Analisis data
Dari
hasil pengamatan air cucian beras berbengaruh terhadap tinggi tanaman kacang
hijau dinama air cucian beras 100% pada polybag E memberikan rata-rata yaitu
17,3 cm, air cucian beras dengan kadar 75% pada polybag D memberikan rata-rata
yaitu 18,9 cm, dan air cucian beras dengan kadar 50% pada polybag C memberikan rata-rata terbesar yaitu 20,4 cm,
serta air cucian beras dengan kadar 25% pada polybag B memberikan rata-rata
yaitu 16,7 cm, sedangkan sebagai kontrol (air biasa) pada polybag A memberikan
rata-rata yaitu 18,7 cm.
Hal
ini terbukti dengan pertambahan tinggi pada tanaman kacang hijau yang siram
dengan kadar air cucian beras 75% pada polybag D dan kadar 50% pada polybag C
menghasilkan rata-rata tinggi yang terbesar ini menandakan bahwa kadar 75% dan
50% merupakan kadar yang optimum untuk perkecambahan tanaman kacang hijau. Dari
perhitungan pada tabel diatas maka hipotesis H0 ditolak dan
hipotesis H1 diterima.
Pertambahan
tinggi tanaman pada kacang hijau ini karena air cucian beras mempunyai
kandungan karbohidrat ynag tinggi. Karbohidrat bias jadi perantara terbentuknya
hormon auksin dan giberalin. Dua jenis bahan yang banyak digunakan dalam zat
peransang tumbuh (ZPT) buatan. Hormon auksin tersebut kemudian dimanfaatkan
untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan kemunculan tunas baru seperti
pertambahan jumlah daun sedangkan giberalin berguna untuk meransang pertumbuhan
akar .
Berdasarkan
hasil pengamatan dapat diketahui adanya kompetisi antar kacang hijau satu
dengan yang lain. Hal ini biasa dilihat pada pengamatan di tiap-tiap polybag
yang satu polybag terdapat lima tanaman kacang hijau. Hal ini dapat dilihat
dari perbedaan pertambahan tinggi tanaman antar kacang hijau satu dengan yang
lain kompetisi dapat terjadi pada tanaman kacang hijau yang memiliki kebutuhan
nutrisi yang sama. Kompetisi terjadi pada bermacam-macam sumber daya, bagi
tumbuh-tumbuhan, sinar, makanan, dan air merupakan sumber daya yang paling
penting, tetapi tumbuh-tumbuhan mungkin berkompetisi dalam pollinator
(Hadisubroto, 1989: 94).
Komposisi
kimia beras berbeda-beda tergantung pada varietas dan cara pengolahannya.
Selain sebagai sumber energy dan protein, beras juga mengandung berbagai unsure
mineral dan vitamin. Sebagai bagian besar karbihidrat beras adalah pati
(85-90%) dan sebagian keci adalah pentosan, selulosa, hemiselulosa dan gula.
Dengan demikin sifat fisikokimia beras terutam ditentukan oleh sifat
fisikokimia patinya.
Protein
adalah komponen kedua terbesar dari beras setelah pati. Sebagian besar (80%)
protein beras merupakan fraksi yang tidak larut dalam air yang disebut protein
glutein. Dibandingkan dengan biji-bijian lainnya, kualitas protein berasa lebih
baik karena mengandung lisin-nya lebih tinggi. Lisin tetap merupakan asama
amino pembatas yang utama dalam beras meskipun jumlahnya sedikit. Adapaun
penjelas logis dan ilmiah mengenai hal ini adalah karena air cucian beras
mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi.
Aplikasi
air cucian beras cukup dengan menyiramnya denga media tanam misalnya tanah,
pupuk alternatif juga cukup banyak digunakan untuk menyuburkan tanaman antara
lain air beras cucian beras, dan cucian ikan segar.
Ø Proses
Awal Penanaman Tanaman Kacang Hijau
v Dokumentasi
Pekan 1
v Dokumentasi
Pekan 2
v Dokumentasi
Pekan 3
BAB
V
Kesimpulan
dan Saran
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian
yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh air cucian beras terhadap
pertambahan tinggi tanaman kacang hijau hasil pengamatan air cucian beras
berbengaruh terhadap tinggi tanaman kacang hijau dinama air cucian beras 100%
pada polybag E memberikan rata-rata yaitu 17,3 cm, air cucian beras dengan
kadar 75% pada polybag D memberikan rata-rata yaitu 18,9 cm, dan air cucian
beras dengan kadar 50% pada polybag C
memberikan rata-rata terbesar yaitu 20,4 cm, serta air cucian beras
dengan kadar 25% pada polybag B memberikan rata-rata yaitu 16,7 cm, sedangkan
sebagai kontrol (air biasa) pada polybag A memberikan rata-rata yaitu 18,7 cm.
Pertambahan
tinggi tanaman pada kacang hijau ini karena air cucian beras mempunyai
kandungan karbohidrat yang tinggi. Pertambahan tinggi tanaman pada kacang hijau
ini karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat ynag tinggi.
Karbohidrat dapat jadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberalin. Dua
jenis bahan yang banyak digunakan dalam zat peransang tumbuh (ZPT) buatan.
Hormon auksin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan pucuk
dan kemunculan tunas baru seperti pertambahan jumlah daun sedangkan giberalin
berguna untuk meransang pertumbuhan akar .
B. Saran
Masyarakat
harus bisa memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air cucian beras sebagai
pupuk yang efektif dan efisien serta ekonomis dibandingkan dengan pupuk yang
lain.
BAB V.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Anonim2,2008.Beras.(Online),http://id.wikipedia.org/wiki_beras.
3.
Wilkins,
M. B. 1992. Fisiologi Tanaman. Bumi Angkasa, Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar